Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Banjir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banjir. Tampilkan semua postingan

Banjir Datang, Kami Siap !

Written By Kelompok7B on 4/18/2014 | 4/18/2014

BANJIR DATANG, KAMI SIAP!

www.siaga.co

Banjir tentu menjadi sesuatu yang pasti tidak kita hindari. Banyak sekali wilayah di Indonesia yang menjadi lokasi langganan banjir. jika kita tidak ada persiapan sebelum banjir datang, pastilah lebih banyak kerugian yang kita rasakan. Oleh karena itu, perlu adanya antisipasi utama yng perlu dilakukan.

Apa saja sih tips dan triknya?
Tips disini memang umum dilakukan oleh orang, namun bisa menjadi pengingat ketika anda membaca. Banyak yang dijelaskan disini, baik dari sebelum, saat, sesudah, mencegah hingga menghadapi banjir. Berikut tips dan trik bagaimana kita bisa menghadapi banjir dengan sigap dan efisien.

Sebelum Banjir 
• Kerja bakti membersihkan saluran air 
• Melaksanakan kegiatan 3M (Menguras, Menutup dan Menimbun) benda-benda yang dapat menjadi sarang nyamuk 
• Membuang sampah pada tempatnya 
• Menyediakan bak penyimpanan air bersih 

Saat Banjir 
• Evakuasi keluarga ketempat yang lebih tinggi 
• Matikan peralatan listrik/sumber listrik 
• Amankan barang-barang berharga dan dokumen penting ke tempat yang aman 
• Ikut mendirikan tenda pengungsian, pembuatan dapur umum 
• Terlibat dalam pendistribusian bantuan 
• Mengusulkan untuk mendirikan pos kesehatan 
• Menggunakan air bersih dengan efisien 

Sesudah Banjir 
• Membersihkan tempat tinggal dan lingkungan rumah 
• Melakukan pembrantasan sarang nyamuk ( PSN ) 
• Terlibat dalam kaporitisasi sumur gali 
• Terlibat dalam perbaikan jamban dan saluran pembuangan air limbah (SPAL) Menghadapi banjir: 
• Pada saat banjir kita harus segera mungkin mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
• Matikan aliran listrik di dalam rumah atau hubungi PLN untuk mematikan aliran listrik di wilayah yang terkena banjir.
• Mencoba mengungsi ke daerah aman sedini mungkin saat genangan masih memungkinkan untuk di seberangi. 
• Hindari berjalan didekat sluran air untuk menghindari terseret arus banjir. 
• Jika air terus meninggi hubungi instansi yang terkait dengan penanggulangan bencana seperti Kantor kepala desa, Lurah maupun Camat.

Mencegah banjir: 
1. Mengeruk sungai/kali dan saluran air yang ada di sekitar kita, sebaiknya jangan nungguin pemerintah yang melakukan, percuma kalau ditungguin kelamaan. 
2. Membuat sumur resapan air di sekitar rumah kita 
3. Membuat lubang-lubang biopori 
4. Memperlebar dan merehabilitasi kali/sungai, untuk menambah kapasitas sungai dalam menampung debit air 
5. Jangan membuang sampah di sungai atau saluran air 

Menghadapi banjir: 
1. Jangan panik 
2. Utamakan keselamatan diri kita dan keluarga, terutama anak-anak yang masih kecil dan balita. 
3. Amankan surat-surat berharga dan file yang penting, seperti surat tanah, ijazah, kartu keluarga, dll.
4. Cabut dan pindahkan semua barang elektronik, turunkan sekring listrik agar tidak terjadi konsleting listrik dan kesetrum. 
5. Kita bisa membuat tanggul penahan air sementara di depan pintu rumah kita dari semen, agar air yang masuk kedalam tidak terlalu banyak.

http://www.metro.polri.go.id/tips-menghadapi-bahaya-banjir

Banjir Spanjang Masa

Banjir Jakarta Mengakibatkan Ruas Jalan Tergenang


http://aninditablog.wordpress.com/

Bencana alam terjadi dimana-mana, termasuk indonesia. Bencana alam yang baru-baru ini melanda Indonesia adalah bencana banjir. Bencana tersebut melanda di beberapa daerah tanpa terkecuali Ibukota Jakarta. Banjir yang melanda Ibukota Jakarta berakibat pada tingkat kemacetan yang semakin tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Penyebab dari meningginya kemacetan yang terjadi di Jakarta karena tergenangnya ruas-ruas jalan ibukota. Dikutip dari Kompas, terdapat 19 ruas jalan yang tergenang air berdasarkan pantauan Pusat Data Kendali Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. Ruas jalan tersebut terdapat pada daerah Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat. Pada daerah Jakarta Selatan, terdapat empat ruas jalan yang tergenang meliputi Jalan MT Haryono depan Bank Bukopin, Jalan Raya Taman Mini, Jalan Raya Pancoran arah Tebet, dan Jalan Pangeran Antasari Cipete. Ketinggian genangan air pada ruas-ruas jalan tersebut hingga mencapai sekitar 10-20 cm. Pada daerah Jakarta Utara, terdapat delapan ruas jalan yang tergenang meliputi Jalan Kelapa Gading depan Mall of Indonesia, Jalan Cakung-Cilincing, Jalan Yos Sudarso, Jalan Warakas, Jalan Sunter Raya depan masjid Astra, Jalan Yos Sudarso depan Kantor Walikota Jakarta Utara, Jalan Sunter Raya depan Danau Sunter, dan depan Mall Kelapa Gading. Ketinggian genangan air pada ruas-ruas jalan daerah tersebut mencapai sekitar 10-50 cm. Pada daerah Jakarta Barat ada enam ruas jalan yang tergenang, Jalan Taman Palem Lestari, Jalan Daan Mogot depan Kantor Samsat, Jalan Tol Bandara Soekarno Hatta mulai KM 28, Jalan Raya Jelambar, Jalan Tol Cengkareng, dan di depan Jalan Husein depan toko besi Dunia Baja Cengkareng. Tingginya genangan air sekitar 10-30cm. Pada daerah Jakarta Pusat hanya terdapat sartu ruas jalan yang tergenang yaitu Jalan Gunung Sahari dengan genangan air setinggi 20 cm. Bancana alam seperti banjir akan terus melanda Ibukota jakarta. Hal tersebut dipengaruhi oleh sikap pemerintah dalam mengatasi dan mencegahnya dan sikap warga Jakarta dalam hal mengurangi kemungkinan banjir pada daerah Jakarta.


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Explore The Disaster - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger