Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
4/18/2014
Banjir Jakarta Mengakibatkan Ruas Jalan Tergenang
Banjir Spanjang Masa
Bencana alam terjadi dimana-mana, termasuk indonesia. Bencana alam yang baru-baru ini melanda Indonesia adalah bencana banjir. Bencana tersebut melanda di beberapa daerah tanpa terkecuali Ibukota Jakarta. Banjir yang melanda Ibukota Jakarta berakibat pada tingkat kemacetan yang semakin tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Penyebab dari meningginya kemacetan yang terjadi di Jakarta karena tergenangnya ruas-ruas jalan ibukota. Dikutip dari Kompas, terdapat 19 ruas jalan yang tergenang air berdasarkan pantauan Pusat Data Kendali Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. Ruas jalan tersebut terdapat pada daerah Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat.
Pada daerah Jakarta Selatan, terdapat empat ruas jalan yang tergenang meliputi Jalan MT Haryono depan Bank Bukopin, Jalan Raya Taman Mini, Jalan Raya Pancoran arah Tebet, dan Jalan Pangeran Antasari Cipete. Ketinggian genangan air pada ruas-ruas jalan tersebut hingga mencapai sekitar 10-20 cm.
Pada daerah Jakarta Utara, terdapat delapan ruas jalan yang tergenang meliputi Jalan Kelapa Gading depan Mall of Indonesia, Jalan Cakung-Cilincing, Jalan Yos Sudarso, Jalan Warakas, Jalan Sunter Raya depan masjid Astra, Jalan Yos Sudarso depan Kantor Walikota Jakarta Utara, Jalan Sunter Raya depan Danau Sunter, dan depan Mall Kelapa Gading. Ketinggian genangan air pada ruas-ruas jalan daerah tersebut mencapai sekitar 10-50 cm.
Pada daerah Jakarta Barat ada enam ruas jalan yang tergenang, Jalan Taman Palem Lestari, Jalan Daan Mogot depan Kantor Samsat, Jalan Tol Bandara Soekarno Hatta mulai KM 28, Jalan Raya Jelambar, Jalan Tol Cengkareng, dan di depan Jalan Husein depan toko besi Dunia Baja Cengkareng. Tingginya genangan air sekitar 10-30cm.
Pada daerah Jakarta Pusat hanya terdapat sartu ruas jalan yang tergenang yaitu Jalan Gunung Sahari dengan genangan air setinggi 20 cm.
Bancana alam seperti banjir akan terus melanda Ibukota jakarta. Hal tersebut dipengaruhi oleh sikap pemerintah dalam mengatasi dan mencegahnya dan sikap warga Jakarta dalam hal mengurangi kemungkinan banjir pada daerah Jakarta.
4/18/2014
Tercatat setidaknya pohon-pohon yang berdiri dalam radius ratusan kilometer rata dengan tanah dan tercipta sebuah kawah berukuran besar. Sejak saat itu, fenomena misterius itu dinamakan Kejadian Tunguska.
Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah hal tersebut sama dengan yang dialami penduduk Rusia 15 Februari 2013 lalu?
Jika dilihat dari fenomenanya, kejadian di Tunguska pada 1908 dan yang terjadi di Rusia 15 Februari 2013 lalu diakibatkan oleh benda yang sama. Yaitu, meteor jatuh yang meledak ketika menyentuh permukaan bumi.
Bedanya, meteor yang jatuh di Tunguska diperkirakan ukurannya sangat besar sehingga mampu menimbulkan kerusakan seperti ledakan akibat sekumpulan TNT seberat 5 sampai 30 megaton. Sedangkan yang terjadi di Rusia, meskipun kecil ternyata juga mampu mencederai 102 penduduk dan merusakkan bangunan dan rumah yang dilaluinya.
Meteor bisa meledak?
Ya, menurut Scienceblogs.com (28/11/2008), sebuah blog sains yang diprakarsai oleh National Geographic, ketika sebuah meteor mendatangi bumi, meteor tersebut akan bergerak sangat cepat karena gaya tarik bumi yang begitu besar. Hal ini akan menyebabkan sang meteor tersebut mampu bergerak hingga 11 sampai 72 km/detik menuju bumi.
Namun, sebagai pelindung terluar bumi, atmosfer akan mencoba melawan gaya tersebut dan memperlambat laju meteor sembari membakar habis material pembentuk meteor tersebut. Itulah mengapa meteor jatuh selalu terlihat mengeluarkan cahaya mengkilat, seperti yang terekam dalam kejadian di Rusia hari ini.
Sayangnya, jika material pembentuk meteor tersebut terlalu banyak tersusun oleh es maupun CO2 kering, suhunya akan meningkat drastis dan mendidih. Suhu inilah yang menyebabkan molekul di dalam meteor tertekan dan mencoba untuk keluar. Sehingga, terjadilah ledakan yang sangat kuat tersebut.
Seperti yang terlihat dari kejadian di Rusia, nampaknya ukuran meteor yang jatuh ini cukup besar sehingga tidak habis terbakar di atmosfer. Untungnya, ledakan yang dihasilkan tidak parah meskipun mampu merusak bangunan dan mencederai beberapa orang.
Yang patut diperhatikan, apakah masih ada kemungkinan meteor-meteor selanjutnya kembali jatuh dalam waktu dekat. Hal ini dikarenakan munculnya prediksi asteroid 2012 DA14 yang akan mendekati bumi pada 16 Februari 2013 ini.
Meteor Jatuh di Rusia
Tercatat setidaknya pohon-pohon yang berdiri dalam radius ratusan kilometer rata dengan tanah dan tercipta sebuah kawah berukuran besar. Sejak saat itu, fenomena misterius itu dinamakan Kejadian Tunguska.
Sebenarnya apa yang terjadi? Apakah hal tersebut sama dengan yang dialami penduduk Rusia 15 Februari 2013 lalu?
Jika dilihat dari fenomenanya, kejadian di Tunguska pada 1908 dan yang terjadi di Rusia 15 Februari 2013 lalu diakibatkan oleh benda yang sama. Yaitu, meteor jatuh yang meledak ketika menyentuh permukaan bumi.
Bedanya, meteor yang jatuh di Tunguska diperkirakan ukurannya sangat besar sehingga mampu menimbulkan kerusakan seperti ledakan akibat sekumpulan TNT seberat 5 sampai 30 megaton. Sedangkan yang terjadi di Rusia, meskipun kecil ternyata juga mampu mencederai 102 penduduk dan merusakkan bangunan dan rumah yang dilaluinya.
Ya, menurut Scienceblogs.com (28/11/2008), sebuah blog sains yang diprakarsai oleh National Geographic, ketika sebuah meteor mendatangi bumi, meteor tersebut akan bergerak sangat cepat karena gaya tarik bumi yang begitu besar. Hal ini akan menyebabkan sang meteor tersebut mampu bergerak hingga 11 sampai 72 km/detik menuju bumi.
Namun, sebagai pelindung terluar bumi, atmosfer akan mencoba melawan gaya tersebut dan memperlambat laju meteor sembari membakar habis material pembentuk meteor tersebut. Itulah mengapa meteor jatuh selalu terlihat mengeluarkan cahaya mengkilat, seperti yang terekam dalam kejadian di Rusia hari ini.
Sayangnya, jika material pembentuk meteor tersebut terlalu banyak tersusun oleh es maupun CO2 kering, suhunya akan meningkat drastis dan mendidih. Suhu inilah yang menyebabkan molekul di dalam meteor tertekan dan mencoba untuk keluar. Sehingga, terjadilah ledakan yang sangat kuat tersebut.
Seperti yang terlihat dari kejadian di Rusia, nampaknya ukuran meteor yang jatuh ini cukup besar sehingga tidak habis terbakar di atmosfer. Untungnya, ledakan yang dihasilkan tidak parah meskipun mampu merusak bangunan dan mencederai beberapa orang.
Yang patut diperhatikan, apakah masih ada kemungkinan meteor-meteor selanjutnya kembali jatuh dalam waktu dekat. Hal ini dikarenakan munculnya prediksi asteroid 2012 DA14 yang akan mendekati bumi pada 16 Februari 2013 ini.
Label:
Berita,
Internasional






